TEORI AKUNTANSI POSITIF


TEORI AKUNTANSI POSITIF(DESKRIPTIF)

Awal dari Teori Akuntansi positif
           
Teori akuntansi positif merupakan varian dari teori ekonomi positif. Teori ini berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktik-praktik akuntansi yang ada di masyarakat—what it is (Watts dan Zimmerman, 1986).
Pada awalnya sekitar tahun 60an teori akuntansi masih mengunakan teori normatif, tetapi kemudian pada tahun 70an teori akuntansi yang dipakai adalah teori akuntansi positif, teori normatif dianggap tidak dapat menghasilkan teori akuntansi yang siap dipakai didalam praktek sehari-hari.
Teori positif bisa dibandingkan dengan teori normative. Teori normative menjelaskan bagaimana praktek tertentu harus dilakukan dan preskripsi ini mungkin menjadi sebuah titik awal signifikan dari praktek yang ada. Sebuah teori normative dibangkitkan sebagai hasil dari teori tertentu yang mengaplikasikan beberapa norma, standard, atau sasaran dimana praktek aktual berusaha mencapainya
Teori normatif pada awalnya belum menggunakan pendekatan investigasi formal, baru pada perkembangan berikutnya mulai digunakannya pendekatan investigasi terstruktur formal, yaitu pendekatan deduktif (dimulai dari proposisi akuntansi dasar sampai dengan dihasilkan prinsip akuntansi yang rasional sebagai dasar untuk mengembangkan teknik-teknik akuntansi (Anis dan Imam,2003)).  Berbagai teori positif atau deskriptif berkembang dengan pesat dalam akuntansi. Perkembangan teori mengarah pada teori positif (deskriptif) ini dibarengi dengan perubahan fokus teori akuntansi yang digunakan oleh lembaga akuntansi, misalnya FASB yang menekankan pada kegunaan dalam pengambilan keputusan dan tidak lagi terfokus pada postulate seperti terlihat pada kerangka konseptual yang diterbitkan oleh FASB mulai tahun 1979 yang dimulai dengan perumusan tujuan pelaporan keuangan (SFAC 1,1979 dalam Anis dan Imam,2003).
Terdapat tiga alasan mendasar terjadinya pergeseran pendekatan normatif ke positif yaitu (Watt & Zimmerman,1986 ):
1. Ketidakmampuan pendekatan normatif dalam menguji teori secara empiris, karena didasarkan 'pada premis atau asumsi yang salah sehingga tidak dapat diuji keabsahannya secara empiris.
2. Pendekatan normatif lebih banyak berfokus pada kemakmuran investor secara individual daripada kemakmuran masyarakat luas.
3. Pendekatan normatif tidak mendorong atau memungkinkan terjadinya alokasi sumber daya ekonomi secara optimal di pasar modal. Hal ini mengingat bahwa dalam sistem perekonomian yang mendasarkan pada mekanisme pasar, informasi akuntansi dapat menjadi alat pengendali bagi masyarakat dalam mengalokasi sumber daya ekonomi secara efisien.
Teori Akuntansi Positif(Deskriptif) dapat dartikan untuk menjelaskan mengapa kebijakan akuntansi menjadi suatu masalah bagi perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan, dan untuk memprediksi kebijakan akuntansi yang hendak dipilih oleh perusahaan dalam kondisi tertentu (Watts dan Zimmerman, 1986).
Beberapa orang jadi terikat pada pertanyaan pendekatan teori yang mana yang benar. Sebagai contoh, Boland and Gordon (1992) dan Demski (1988). Untuk tujuan-tujuan kita, bagaimanapun juga, sangat penting untuk melihat bahwa pendekatan normatif dan pendekatan positif terhadap perkembangan teori sangatlah berharga. Untuk memperluas bahwa pengambil keputusan memprosesnya secara normatif, keduanya yaitu teori positif dan teori normatif akan membuat prediksi yang mirip. Dengan berpegang pada tes empiris atas prediksi-prediksi ini, teori positif membantu menjaga teori normatif tetap pada jalurnya. Efeknya, kedua pendekatan ini saling mengisi.

Tiga Hipotesis Teori Akuntansi Positif

Ada berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemen laba. Teori akuntansi positif (Positif Accounting Theory) mengusulkan tiga hipotesis motivasi manajemen laba, yaitu: (1) hipotesis program bonus (the bonus plan hypotesis), (2) hipotesis perjanjian hutang (the debt covenant hypotesis), dan (3) hipotesis biaya politik (the political cost hypotesis) (Watts dan Zimmerman, 1986).
1.    Hipotesis Rencana Bonus (the bonus plan hypotesis)
Dalam hipotesis ini, semua hal lain dalam keadaan tetap, para manajer perusahaan dengan rencana bonus cenderung untuk memilih prosedur akuntansi dengan perubahan laba yang dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa kini.
Hipotesis ini tampaknya cukup beralasan. Para manajer perusahaan, seperti orang-orang lain, menginginkan imbalan yang tinggi. Jika imbalan mereka bergantung, paling tidak sebagian, pada bonus yang dilaporkan pada pendapatan bersih, maka kemungkinan mereka bisa meningkatkan bonus mereka pada periode tersebut dengan melaporkan pendapatan bersih setinggi mungkin. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan memilih kebijakan akuntansi yang meningkatkan laba yang dilaporkan pada periode tersebut. Tentu saja, sesuai dengan karakter dari proses akrual, hal ini akan cenderung menyebabkan penurunan pada laba dan bonus-bonus yang dilaporkan pada masa yang akan datang, dengan taktor-faktor lain tetap sama. Namun nilai masa kini (present value) dari kegunaan manajer dari lini bonus masa depan yang dimilikinya akan meningkat dengan memberikan perubahan menuju masa kini.
 Dapat disimpulkan Manajer perusahaan dengan bonus tertentu cenderung lebih menyukai metode yang meningkatkan laba periode berjalan. Pilihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai sekarang bonus yang akan diterima seandainya komite kompensasi dari dewan direktur tidak menyesuaikan dengan metode yang dipilih
2.    Hipotesis Kontrak Hutang (
the debt covenant hypotesis)
Dalam hipotesis ini semua hal lain dalam keadaan tetap, makin dekat suatu perusahaan terhadap pelanggaran pada akuntansi yang didasarkan pada kesepakatan utang, maka kecenderungannya adalah semakin besar kemungkinan manajer perusahaan memilih prosedur akuntansi dengan perubahan laba yang dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa kini.
Alasannya adalah laba yang dilaporkan yang makin meningkat akan menurunkan kelalaian teknis. Sebagian besar dari perjanjian hutang berisi kesepakatan bahwa pemberi pinjaman harus bertemu selama masa perjanjian. Sebagai contoh, perusahaan yang mendapat pinjaman boleh sepakat memelihara level tertentu dari hutang terhadap harta, laporan bunga, modal kerja, dan harta pemilik saham. Jika kesepakatan semacam itu dikhianati, perjanjian hutang tersebut bisa memberikan/mengeluarkan penalti, seperti pembatasan dividen atau tambahan pinjaman.
Dengan jelas, prospek dari pelanggaran kesepakatan membatasi kegiatan perusahaan dalam operasional perusahaan itu sendiri. Untuk mencegah, atau paling tidak menunda, pelanggaran semacam itu, perusahaan bisa memilih kebijakan akuntansi tertentu yang bisa meningkatkan laba masa kini. Berdasarkan hipotesis kesepakatan hutang, ketika perusahaan mendekati kelalaian, atau memang sudah berada dalam lalai/cacat, lebih cenderung untuk melakukan hal ini.
Dapat disimpulkan Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas perusahaan mkin besar kemungkinan bagi manajer untuk memilih metode akuntansi yang dapat menaikkan laba. Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas makin dekat perusahaan dengan batas perjanjian atau peraturan kredit (Kalay, 1982). Makin tinggi batasan krdit makin besar kemungkinan penyimpangan perjanjian kredit dan pengeluaran biaya. Manajer akan memiliki metode akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga dapat mengendurkan batasan kredit dan mengurangi biaya kesalahan teknis.
3.    Hipotesis biaya politik
(the political cost hypotesis)
Dalam hipotesis ini semua hal lain dalam keadaan tetap, makin besar biaya politik yang mesti ditanggung oleh perusahaan, manajer cenderung lebih memilih prosedur akuntansi yang menyerah pada laba yang dilaporkan dari masa sekarang menuju masa depan.
Hipotesis biaya politik memperkenalkan suatu dimensi politik pada pemilihan kebijakan akuntansi.  Perusahaan-pemsahaan yang ukurannya sangat besar mungkin dikenakan standar kinerja yang lebih tinggi, dengan penghargaan terhadap tanggung jawab lingkungan, hanya karena mereka merasa bahwa mereka besar dan berkuasa. Jika perusahaan besar juga memiliki kemampuan meraih profit yang tinggi, maka biaya politik bisa diperbesar.
Perusahaan-perusahaan juga mungkin akan menghadapi biaya politik pada poin-poin waktu tertentu. Persaingan luar negeri mungkin mengarah pada menurunnya profitabilitas kecuali perusahaan yang terkena dampaknya ini bisa mempengaruhi proses politik untuk bisa melindungi impor secara keseluruhan. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan mengadopsi kebijakan akuntansi income-decreasing (pendapatan menurun) dalam rangka meyakinkan pemerintah bahwa profit sedang turun.
Perusahaan besar cenderung menggunakan metode akuntansi yang dapat mengurangi laba periodik disbanding perusahaan kecil. Ukuran perusahaan merupakan ukuran variable proksi (proxsy) dan aspek politik. Yang mendasari hipotesi ini adalah asumsi bahwa sangat mahalnya nilai informasi bagi individu untuk menentukan apakah laba akuntansi betul-betul menunjukkan monopoli laba. Di samping itu, sangatlah mahal bagi individu untuk melaksanakan kontrak dengan pihak lain dalam proses politik dalam rangka menegakkan aturan hokum dan regulasi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan demikian individu yang rasional cenderuang memiliki untuk tidak mengetahui informasi yang lengkap. Proses politik tidak beda jauh dengan proses pasar. Atas dasar cost informasi dan cost monitoring tersebut, manajer memiliki insentif untuk memiliki laba akuntansi tertentu dalam proses politik tersebut.

Penelitian  Perluasan Dari Bonus Plan Hypothesis

Penelitian ini merupakan perluasan dari bonus plan hypothesis. Jika pada suatu tahun tertentu laba bersih perusahaan rendah (di bawah bogey) maka tindakan manajer adalah menurunkan pendapatan, sehingga laba perusahaan akan menjadi lebih rendah (taking a bath) yang bermaksud untuk mencapai bonus pada tahun berikutnya. Sedangkan jika pada satu tahun tertentu laba bersih perusahaan tinggi (diatas cap) maka tindakan yang dilakukan manajer adalah menurunkan pendapatan, sehingga laba perusahaan akan menjadi lebih rendah. Tindakan ini dilakukan karena manajer tidak akan mendapatkan bonus yang lebih tinggi dari target yang telah ditentukan. Intinya manajer akan melakukan manajemen laba pada saat laba bersih berada diantara bogey dan cap.









Referensi:
si.uns.ac.id/.../196804011993032001manaj%20laba%20csr%20utk%20kuliah%20umum...
eprints.undip.ac.id/.../Pendekatan_Dan_Kritik_Teori_akuntansi_Positif__by_Indira_Januarti_(OK).pdf



LAPORAN HASIL AUDIT MANAJEMEN



LAPORAN HASIL AUDIT MANAJEMEN TERHADAP BEBAN REPARASI DAN PEMELIHARAAN PERUSAHAAN TAKSI

Latar Belakang
Audit beban reparasi dan pemeliharaan perlu dilakukan karena untuk menghemat biaya reparasi dan pemeliharaan, karena beban reparasi dan pemeliharaan sangat mahal dan cukup sering terjadi serta merupakan hal yang harus di audit sebab tingkat kecurangan di area ini cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukannya audit terhadap beban reparasi dan pemeliharaan  agar biaya yang dikeluarkan bisa di hemat atau di minimalisir.
Tujuan Audit
·         Untuk menilai apakah 3E ( ekonomisasi, efisiensi dan efektivitas ) terhadap beban reparasi dan pemeliharaan sudah meningkat.
·         Untuk mencari alternatif  penghematan keuangan yang bisa dilakukan terhadap beban reparasi dan pemeliharaan.
·         Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan pengelolaan beban reparasi dan pemeliharaan.
Cakupan atau Ruang Lingkup Audit
Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah pengelolaan beban reparasi dan pemeliharaan PT periode tahun 2011/2012. Audit kami mencangkup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen pengelolaan beban reparasi dan pemeliharaan, personalia yang bertugas mengelola beban reparasi dan pemeliharaan, dan aktivitas beban reparasi dan pengelolaan itu sendiri.



Metodologi
Metodologi yang kita gunakan adalah metode pembandingan
(benchmarking).  Yaitu di sini menggunakan cross sectional, yaitu pembandingan perusahaan taxi chintia dengan perusahaan taxi lainnya.
Temuan Audit
DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT
No.
Kondisi
Kriteria
Penyebab
Akibat
1
Nota dari bengkel tempat melakukan reparasi dan pemeliharaan tidak bisa dipertanggung jawabkan
Penyetoran nota asli dengan tanda tangan atau cap bengkel cukup merupakan pencairan dana untuk membayar reparasi dan pemeliharaan yang telah dilakukan
Sopir melakukan reparasi dan pemeliharaan di bengkel mana saja
Perusahaan tidak dapat mengkoordinasi dengan bengkel-bengkel, sehingga sopir dengan mudah melakukan pembengkakan biaya
2
reparasi dan pemeliharaan  kendaraan belum teratur.

reparasi dan pemeliharaan  kendaraan harus dilakukan secara teratur.
Tidak ada jadwal reparasi dan pemeliharaan
-Kendaraan banyak yang rusak.
-Terjadinya pemborosan. karena belum waktunya servis, tetapi sudah dilakukan servis.
3
Kurangnya pengetahuan supir taxi terhadap masalah mesin mobil.

Standar pengrekrutan sopir harus yang mengetahui tentang mesin mobil.
Tidak ada standar pengrekrutan sopir yang mengetahui mesin mobil.
Sopir taxi yang hanya ingin melakukan service ringan (ganti oli, mengisi air radiator, dsb) harus ke bengkel sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih besar.
Kesimpulan Audit
  1. Kondisi:
1.      Prosedur yang menimbulkan beban reperasi dan pemeliharaan terdapat kelemahan yaitu :
·         Tidak terdapat prosedur yang dapat memastikan bahwa reparasi dan pemeliharaan yang di tanggung oleh perusahaan yang mereparasi taxi Chintia.
2.      kendaraan di reparasi dan dilakukkan pemeliharaan belum teratur.
3.      Kurangnya pengetahuan supir taxi terhadap masalah mesin mobil.

  1. Kriteria:
1.      Untuk memutuskan terjadinya biaya reparasi dan pemeliharaan harus ada bukti nota bahwa supir telah melakukan reparasi dan pemeliharaan.
2.      Pembuatan aturan baku tentang reparasi dan pemeliharaan yang meliputi:
·         Ganti Oli setiap 5000 KM.
·         Ganti ban setelah terpenuhinya standar ke ausan ban.
·         Servis berkala setiap 5000 KM.
  1. Penyebab: 
1.      Tidak ada kriteria baku tentang kondisi kendaraan yang  harus di reparasi dan dilakukkan pemeliharaan.
2.      Sopir di perusahaan merupakan sopir baru dan belum memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang mesin mobil.
  1. Akibat:
1.      Gampang terjadinya tindak kecurangan dalam pelaksanaan reparasi dan pemeliharaan.
2.      Banyaknya mobil yang telat dalam mereparasi dan pemeliharaan mobil taxi.
3.      Sopir taxi yang hanya melakukan service ringan (ganti oli, isi air radiator, dsb) harus ke bengkel, akibatnya biaya yang dikeluarkan akan lebih besar.


Rekomendasi Audit
Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1.      Kelemahan yang terjadi pada prosedur dalam reparasi dan pemeliharaan yang dimiliki perusahaan.
2.      Kelemahan yang terjadi karena kurang terlatihnya sopir-sopir baru dalam hal menguasai mesin mobil taxi.
  • Rekomendasi :
1.      Perusahaan harus memiliki prosedur yang jelas dalam melakukan reparasi dan pemeliharaan taxi.
2.      Sopir baru yang direkrut seharusnya memiliki kualifikasi-kualifikasi tertentu seperti telah memiliki pengalaman dalam hal menguasai mesin dan sebelumnya harus mendapatkan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya.
3.       Perusahaan harus membuat kebijakan dan peraturan yang cukup untuk menjadi dasar dalam pengelolaan reparasi dan pemeliharaan, baik dalam menentukan kondisi mobil seperti apa yang harus dilakukan reparasi dan pemeliharaan.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen. Tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki, kami menghawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada pengelolaan beban reparasi dan pemeliharaan yang akan datang.

Microsoft PowerPoint


Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untukpresentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Accessdan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi
Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.


Aplikasi Microsoft PowerPoint ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskins dan Dennis Austin sebagai Presenter untuk perusahaan bernamaForethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi PowerPoint.

Pada tahun 1987, PowerPoint versi 1.0 dirilis, dan komputer yang didukungnyaadalah Apple Macintosh. PowerPointkala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparansi
overhead projector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari PowerPointmuncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.

Microsoft pun mengakuisisi Forethought, Inc dan tentu saja perangkat lunak PowerPoint dengan harga kira-kira 14 Juta dolar pada tanggal 31 Juli 1987. Pada tahun 1990, versi Microsoft Windows dari PowerPoint (versi 2.0) muncul ke pasaran, mengikuti jejak Microsoft Windows 3.0. Sejak tahun 1990, PowerPoint telah menjadi bagian standar yang tidak terpisahkan dalam paket aplikasi kantoran Microsoft Office System (kecuali Basic Edition).

Versi terbaru adalah Microsoft Office PowerPoint 2007 (PowerPoint 12), yang dirilis pada bulan November 2006, yang merupakan sebuah lompatan yang cukup jauh dari segi antarmuka pengguna dan kemampuan grafik yang ditingkatkan. Selain itu, dibandingkan dengan format data sebelumnya yang merupakan data biner dengan ekstensi
*.ppt, versi ini menawarkan format data XML dengan ekstensi *.pptx.


Tahun Versi PowerPoint Sistem Operasi Paket Microsoft Office

1987 PowerPoint 1.0 Mac OS classic T/A

1988 PowerPoint 2.0 Mac OS classic T/A

1990 PowerPoint 2.0 Windows 3.0 T/A

1992 PowerPoint 3.0 Mac OS classic T/A

1992 PowerPoint 3.0 Windows 3.1 T/A

1993 PowerPoint 4.0 Windows NT 3.1, Windows 3.1, Windows 3.11 Microsoft Office 4.x

1994 PowerPoint 4.0 Mac OS classic T/A

1995 PowerPoint 7 for Windows 95 Windows 95, Windows NT Microsoft Office 95

1997 PowerPoint 97 Windows 95/98, Windows NT 4.0 Microsoft Office 97

1998 PowerPoint 98 Mac OS Classic Microsoft Office 1998 for Mac

1999 PowerPoint 2000 Microsoft Windows 98, Windows NT 4.0, Windows 2000 Microsoft Office 2000

2000 PowerPoint 2001 Mac OS X Microsoft Office 2001 for Mac

2001 PowerPoint 2002 Windows 2000/XP Microsoft Office XP

2002 PowerPoint v.X Mac OS X Microsoft Office:mac v.X

2003 PowerPoint 2003 Windows 2000 Service Pack 3, Windows XP Service Pack 1, Windows Server 2003 Microsoft Office System 2003

2004 PowerPoint 2004 Mac OS X Microsoft Office:mac 2004

2006 PowerPoint 2007 Microsoft Windows Vista, Windows XP Service Pack 2, Windows Server 2003, Windows Server 2008 Microsoft Office System 2007

2007 PowerPoint 2008 Mac OS X Microsoft Office:mac 2004


Dalam PowerPoint, seperti halnya perangkat lunak pengolah presentasi lainnya, objek teks, grafik, video, suara, dan objek-objek lainnya diposisikan dalam beberapa halaman individual yang disebut dengan "
slide". Istilah slide dalam PowerPointini memiliki analogi yang sama dengan slide dalam proyektor biasa, yang telah kuno, akibat munculnya
perangkat lunak komputer yang mampu mengolah presentasi semacam PowerPoint dan Impress. Setiap slide dapat dicetak atau ditampilkan dalam layar dan dapat dinavigasikan melalui perintah dari si presenter.
Slide juga dapat membentuk dasar webcast (sebuah siaran di World Wide Web).

PowerPoint menawarkan dua jenis properti pergerakan, yakni Custom Animations dan Transition. Properti pergerakan Entrance, Emphasis, dan Exit objek dalam sebuah slide dapat diatur oleh Custom Animation, sementara
Transition mengatur pergerakan dari satu slide ke slide lainnya. Semuanya dapat dianimaskan dalam banyak cara. Desain keseluruhan dari sebuah presentasi dapat diatur dengan menggunakaan
Master Slide, dan struktur keseluruhan dari prsentasi dapat disunting dengan menggunakan Primitive Outliner (Outline).

PowerPoint dapat menyimpan presentasi dalam beberapa format, yakni sebagai berikut:
*.PPT (PowerPoint Presentation), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint(termasuk PowerPoint 12)
*.PPS (PowerPoint Show), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint(termasuk PowerPoint 12)
*.POT (PowerPoint Template), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint(termasuk PowerPoint 12)
*.PPTX (PowerPoint Presentation), yang yang merupakan data dalam bentuk XML dan hanya tersedia dalam PowerPoint 12.

Mengingat Microsoft PowerPointmerupakan program yang sangat populer, banyak aplikasi yang juga mendukung struktur data dari