LAPORAN HASIL AUDIT MANAJEMEN
LAPORAN
HASIL AUDIT MANAJEMEN TERHADAP BEBAN REPARASI DAN PEMELIHARAAN PERUSAHAAN TAKSI
Latar
Belakang
Audit
beban reparasi dan pemeliharaan perlu dilakukan karena untuk menghemat biaya
reparasi dan pemeliharaan, karena beban reparasi dan pemeliharaan sangat mahal
dan cukup sering terjadi serta merupakan hal yang harus di audit sebab tingkat
kecurangan di area ini cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukannya audit terhadap
beban reparasi dan pemeliharaan agar
biaya yang dikeluarkan bisa di hemat atau di minimalisir.
Tujuan Audit
·
Untuk menilai apakah 3E
( ekonomisasi, efisiensi dan efektivitas ) terhadap beban reparasi dan
pemeliharaan sudah meningkat.
·
Untuk mencari
alternatif penghematan keuangan yang bisa dilakukan
terhadap beban reparasi dan pemeliharaan.
·
Memberikan berbagai
saran perbaikan atas kelemahan pengelolaan beban reparasi dan pemeliharaan.
Cakupan atau Ruang Lingkup Audit
Sesuai dengan penugasan yang kami
terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah pengelolaan beban
reparasi dan pemeliharaan PT periode tahun 2011/2012. Audit kami mencangkup
penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen pengelolaan beban
reparasi dan pemeliharaan, personalia yang bertugas mengelola beban reparasi
dan pemeliharaan, dan aktivitas beban reparasi dan pengelolaan itu sendiri.
Metodologi
Metodologi
yang kita gunakan adalah metode pembandingan
(benchmarking). Yaitu di sini menggunakan cross sectional, yaitu pembandingan perusahaan taxi chintia dengan perusahaan taxi lainnya.
(benchmarking). Yaitu di sini menggunakan cross sectional, yaitu pembandingan perusahaan taxi chintia dengan perusahaan taxi lainnya.
Temuan Audit
DAFTAR
RINGKASAN TEMUAN AUDIT
No.
|
Kondisi
|
Kriteria
|
Penyebab
|
Akibat
|
1
|
Nota dari bengkel
tempat melakukan reparasi dan pemeliharaan tidak bisa dipertanggung jawabkan
|
Penyetoran nota asli
dengan tanda tangan atau cap bengkel cukup merupakan pencairan dana untuk
membayar reparasi dan pemeliharaan yang telah dilakukan
|
Sopir melakukan
reparasi dan pemeliharaan di bengkel mana saja
|
Perusahaan tidak
dapat mengkoordinasi dengan bengkel-bengkel, sehingga sopir dengan mudah
melakukan pembengkakan biaya
|
2
|
reparasi dan
pemeliharaan kendaraan belum teratur.
|
reparasi dan
pemeliharaan kendaraan harus dilakukan
secara teratur.
|
Tidak ada jadwal
reparasi dan pemeliharaan
|
-Kendaraan banyak
yang rusak.
-Terjadinya
pemborosan. karena belum waktunya servis, tetapi sudah dilakukan servis.
|
3
|
Kurangnya pengetahuan
supir taxi terhadap masalah mesin mobil.
|
Standar pengrekrutan
sopir harus yang mengetahui tentang mesin mobil.
|
Tidak ada standar
pengrekrutan sopir yang mengetahui mesin mobil.
|
Sopir taxi yang hanya
ingin melakukan service ringan (ganti oli, mengisi air radiator, dsb) harus
ke bengkel sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih besar.
|
Kesimpulan Audit
- Kondisi:
1. Prosedur
yang menimbulkan beban reperasi dan pemeliharaan terdapat kelemahan yaitu :
·
Tidak terdapat prosedur
yang dapat memastikan bahwa reparasi dan pemeliharaan yang di tanggung oleh
perusahaan yang mereparasi taxi Chintia.
2. kendaraan
di reparasi dan dilakukkan pemeliharaan belum teratur.
3. Kurangnya
pengetahuan supir taxi terhadap masalah mesin mobil.
- Kriteria:
1. Untuk
memutuskan terjadinya biaya reparasi dan pemeliharaan harus ada bukti nota
bahwa supir telah melakukan reparasi dan pemeliharaan.
2. Pembuatan
aturan baku tentang reparasi dan pemeliharaan yang meliputi:
·
Ganti Oli setiap 5000
KM.
·
Ganti ban setelah
terpenuhinya standar ke ausan ban.
·
Servis berkala setiap
5000 KM.
- Penyebab:
1. Tidak
ada kriteria baku tentang kondisi kendaraan yang harus di reparasi dan dilakukkan pemeliharaan.
2. Sopir
di perusahaan merupakan sopir baru dan belum memiliki pengetahuan dan pengalaman
tentang mesin mobil.
- Akibat:
1. Gampang
terjadinya tindak kecurangan dalam pelaksanaan reparasi dan pemeliharaan.
2. Banyaknya
mobil yang telat dalam mereparasi dan pemeliharaan mobil taxi.
3. Sopir
taxi yang hanya melakukan service ringan (ganti oli, isi air radiator, dsb) harus
ke bengkel, akibatnya biaya yang dikeluarkan akan lebih besar.
Rekomendasi
Audit
Hasil
audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian
manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi
dua yaitu :
1. Kelemahan
yang terjadi pada prosedur dalam reparasi dan pemeliharaan yang dimiliki
perusahaan.
2. Kelemahan
yang terjadi karena kurang terlatihnya sopir-sopir baru dalam hal menguasai
mesin mobil taxi.
- Rekomendasi :
1. Perusahaan
harus memiliki prosedur yang jelas dalam melakukan reparasi dan pemeliharaan
taxi.
2. Sopir
baru yang direkrut seharusnya memiliki kualifikasi-kualifikasi tertentu seperti
telah memiliki pengalaman dalam hal menguasai mesin dan sebelumnya harus
mendapatkan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dalam
melaksanakan tugasnya.
3. Perusahaan harus membuat kebijakan dan
peraturan yang cukup untuk menjadi dasar dalam pengelolaan reparasi dan
pemeliharaan, baik dalam menentukan kondisi mobil seperti apa yang harus
dilakukan reparasi dan pemeliharaan.
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas
kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen. Tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki,
kami menghawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada pengelolaan beban
reparasi dan pemeliharaan yang akan datang.

Makasih... ijin copyya..mksh